Secarik Kertas untuk Lupita
Di
pagi buta di ujung sudut pupus
Aku
yang kepayang dalam lalai pandangan
Maju
menerjang tabir keberadaan adat
Terlarang
oleh kekang ketentuan
Tak
dapat ku yakinkan dengan pasti
Belum
menyerah, masih dengan harap
Apa
yang ada dalam benakmu, Lupita?
Akankah
kita segigih rencana?
Ataukah
melebur pupus dalam petaka?
dalam novel “...........”
Alimufti
instagram: @alimufti1
Selayang Pandang
Selayang pandang yang kian hari kian terkenang
Menghujan dengan deras dalam ingatan
Berlalu lalang di atas jalan sepi hati yang kosong
Mematri seolah tak mau pergi, meski tuannya tak lagi di sisi
Menutup rapat pintu hati yang sedang ku ketuk
Menggelapkan langit dalam cerahnya mentari
Diiringi hembus topan "akan dilupakan", asaku kian lekang
Ku hentikan langkahku
Bukan karena enggan, tak pula goyahnya niat
Ku rasa sudah cukup
Ku jadikan selayang pandang sebagai kenangan
alimufti
instagram: @alimufti1
Apa Harus
Aku memang mencintaimu,
Tapi apa harus aku bertekuk lutut?
Aku memang mencintaimu,
Tapi apa harus aku bersujud?
Aku memang siap berjuang,
Tapi apa harus darah sayat penuhi tubuhku?
Bukannya aku setengah-setengah,
Aku hanya mencoba realistis
Mencintaimu sekaligus menempatkanmu di bawah Tuhanku
alimufti
instagram: @alimufti1
Ranum Sekejap
Dalam lebat yang maha dahsyat
Umpat pelangi menahan malu
Ku paksa ucap dari bibir yang terpatri
Semangat sayu menjelang kandas
Dirajai putus asa tanpa bijaksana
Kutitipkan senyum yang telah ranum
Dalam kilat yang begitu sekejap
alimufti
instagram: @alimufti1
Secarik Kertas untuk Lupita
Di
pagi buta di ujung sudut pupus
Aku
yang kepayang dalam lalai pandangan
Maju
menerjang tabir keberadaan adat
Terlarang
oleh kekang ketentuan
Tak
dapat ku yakinkan dengan pasti
Belum
menyerah, masih dengan harap
Apa
yang ada dalam benakmu, Lupita?
Akankah
kita segigih rencana?
Ataukah
melebur pupus dalam petaka?
dalam novel “...........”
Alimufti
instagram: @alimufti1
Selayang Pandang
Apa Harus
Aku memang mencintaimu,
Tapi apa harus aku bertekuk lutut?
Aku memang mencintaimu,
Tapi apa harus aku bersujud?
Aku memang siap berjuang,
Tapi apa harus darah sayat penuhi tubuhku?
Bukannya aku setengah-setengah,
Aku hanya mencoba realistis
Mencintaimu sekaligus menempatkanmu di bawah Tuhanku
alimufti
instagram: @alimufti1
Ranum Sekejap
Dalam lebat yang maha dahsyat
Umpat pelangi menahan malu
Ku paksa ucap dari bibir yang terpatri
Semangat sayu menjelang kandas
Dirajai putus asa tanpa bijaksana
Kutitipkan senyum yang telah ranum
Dalam kilat yang begitu sekejap
alimufti
instagram: @alimufti1
Bagus kak puisinya :)
BalasHapusDiksinya cakep.
Boleh doonk ajari kak 😅😅
Makasih kak...mohon kritik dan sarannya ya kak🙏🙏🙏
Hapus